No. 144 of 2024
Undang-undang (UU) Nomor 144 Tahun 2024 tentang Kabupaten Pinrang di Provinsi Sulawesi Selatan
What this regulation does
Plain-English summary of the regulation's substance and how it affects PT PMA operations.
Opening
This regulation establishes the legal framework for Kabupaten Pinrang in South Sulawesi, aiming to enhance governance and development in the region. It replaces the outdated legal basis from 1959, ensuring that local governance aligns with current legal standards and regional characteristics.
Who is affected
This regulation primarily affects local government officials, regional development agencies, and residents of Kabupaten Pinrang. It also impacts businesses operating within the region, particularly in sectors such as agriculture, fisheries, and tourism, which are highlighted in the regulation.
Key obligations and rights
- Pasal 1 defines Kabupaten Pinrang and its administrative structure, including its 12 districts (kecamatan). - Pasal 4 outlines the geographical boundaries of Kabupaten Pinrang, specifying its borders with neighboring regions. - Pasal 6 describes the region's characteristics, emphasizing its agricultural potential and cultural diversity. - Pasal 7 mandates that local governance must adhere to existing laws and regulations. - Pasal 8 states that existing regulations from the 1959 law remain in effect unless they conflict with this new law. - Pasal 9 repeals the previous law governing Kabupaten Pinrang, ensuring a clear transition to the new legal framework. - Pasal 10 specifies that this law takes effect on October 28, 2024.
Definitions worth knowing
- Kabupaten (district): A local government area in Indonesia, equivalent to a county. - Kecamatan (sub-district): An administrative division within a kabupaten. - Otonomi daerah (regional autonomy): The authority of local governments to manage their own affairs.
Effective date, transitional provisions, what it replaces or amends
This law becomes effective on October 28, 2024, and it replaces the previous law (Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959) regarding the establishment of Kabupaten Pinrang. It ensures that all conflicting regulations are repealed, providing a clear legal framework for local governance.
Interactions with other regulations
The regulation interacts with various laws, including the Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, which provides the constitutional basis for regional governance. It also aligns with the broader framework of regional autonomy laws in Indonesia, ensuring consistency in local governance practices.
Key provisions
The articles and operational points most commonly referenced in practice.
- 01
Definition of Kabupaten Pinrang
Pasal 1 defines Kabupaten Pinrang as a district within South Sulawesi, established to enhance local governance and development.
- 02
Geographical Boundaries
Pasal 4 specifies the boundaries of Kabupaten Pinrang, detailing its borders with neighboring kabupatens and cities.
- 03
Characteristics of Kabupaten Pinrang
Pasal 6 outlines the region's characteristics, including its agricultural resources and cultural diversity, which are crucial for local development.
- 04
Local Governance Regulations
Pasal 7 states that local governance must comply with existing laws, ensuring that all administrative actions are legally grounded.
- 05
Transitional Provisions
Pasal 8 allows existing regulations from the 1959 law to remain in effect unless they conflict with this new law, facilitating a smooth transition.
- 06
Repeal of Previous Law
Pasal 9 repeals the previous law governing Kabupaten Pinrang, eliminating outdated legal frameworks.
- 07
Effective Date
Pasal 10 establishes that this law will take effect on October 28, 2024, marking the start of its implementation.
KBLIs affected
Indonesian business classifications explicitly referenced or governed by this regulation.
2 KBLIs referenced by UU 144/2024
Click a code to see the full KBLI profile — risk, foreign-ownership, licensing, and setup cost.
Full Indonesian text
Full text extracted from the official PDF (8K chars). For legal disputes, cite the official JDIH BPK source linked below.
View full regulation textClick to expand — original Indonesian text, searchable (Ctrl/Cmd+F).
SALINAN PRESIDEN REPUBUK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 144 TAHUN 2024 TENTANG KABUPATEN PINRANG DI PROVINSI SULAWESI SELATAN Menimbang : Mengingat DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, a. bahwa Kabupaten Pinrang di Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dibentuk untuk meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang efektif sesuai amanat Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; b. bahwa pembangunan Kabupaten Pinrang diselenggarakan secara berkelanjutan dalam satu kesatuan wilayah dengan memperhatikan karakteristik daerah untuk mencapai kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pinrang di Provinsi Sulawesi Selatan; c. bahwa Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Sulawesi, yang menjadi dasar pembentukan Kabupaten Pinrang, sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan hukum sehingga perlu diganti; d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu membentuk Undang-Undang tentang Kabupaten Pinrang di Provinsi Sulawesi Selatan; Pasal 18, Pasal 18A, Pasal 188 ayat (21, Pasal 20, Pasal 2I, dan Pasal 22D ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; SK No 208537 A Dengan -- 1 of 8 -- PRESIDEN REPUEL|K IHDONESIA Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA dan PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menetapkan MEMUTUSKAN: UNDANG-UNDANG TENTANG KABUPATEN PINRANG DI PROVINSI SULAWESI SELATAN. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan: 1. Provinsi Sulawesi Selatan adalah bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2022 tentang Provinsi Sulawesi Selatan. 2. Kabupaten Pinrang adalah daerah kabupaten yang berada di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Sulawesi. 3. Kecamatan adalah kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Pinrang. SK No 207977 A Pasal 2 . -- 2 of 8 -- PTIESIDEN REPUELTK INDONESIA Pasal 2 Tanggal 4 Juli 1959 merupakan tanggal pembentukan Kabupaten Pinrang berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Sulawesi (Lembaran Negara Tahun 1959 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1822ll. BAB II CAKUPAN WILAYAH, BATAS DAERAH, IBU KOTA, DAN KARAKTERISTIK KABUPATEN PINRANG Pasal 3 Kabupaten Pinrang terdiri atas 12 (dua belas) Kecamatan, yaitu: a. Kecamatan Mattiro Sompe; b. Kecamatan Suppa; c. Kecamatan Mattiro Bulu; d. Kecamatan Watang Sawitto; e. Kecamatan Patampanua; f. KecamatanDuampanua; g. Kecamatan Lembang; h. Kecamatan Cempa; i. Kecamatan Tiroang; j. Kecamatan Lanrisang; k. Kecamatan Paleteang; dan 1. KecamatanBatulappa. SK No 2079i8 A Pasal 4 -- 3 of 8 -- PRESIDEN REPUBLIK TNDONESIA Pasal 4 (1) Kabupaten Pinrang mempunyai batas daerah: a. sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Tana Toraja; b. sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Enrekang dan Kabupaten Sidenreng Rappang; c. sebelah selatan berbatasan dengan Kota Parepare; dan d. sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Mamasa, Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat, Selat Makassar, dan Teluk Mandar. (2) Penegasan batas daerah Kabupaten Pinrang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) secara pasti di lapangan ditetapkan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri. Pasal 5 Ibu Kota Kabupaten Pinrang bernama Pinrang yang berkedudukan di Kecamatan Watang Sawitto. Pasal 6 Kabupaten Pinrang memiliki karakteristik, yaitu: a. kewilayahan dengan ciri geografis utama kawasan dataran rendah berupa persawahan, perkebunan, dan pesisir, kawasan dataran tinggi berupa pegunungan dan perbukitan, dan kawasan maritim; b. potensi sumber daya alam berupa pertanian, perikanan, perkebunan, dan peternakan, serta potensi pariwisata; dan c. suku bangsa dan kultural yang secara umum memiliki karakter religius sekaligus menjunjung tinggi adat istiadat dan kelestarian lingkungan. SK No 2079i9 A BABIII ... -- 4 of 8 -- PRESIDEN REPUBL|K INDONESIA BAB III KETENTUAN PENUTUP Pasal 7 Ketentuan mengenai susunan dan tata cara penyelenggaraan pemerintahan daerah diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 8 Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, semua peraturan perundang-undangan yang merupakan peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Sulawesi (Lembaran Negara Tahun 1959 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1822), dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Undang-Undang ini. Pasal 9 Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, ketentuan yang mengatur mengenai Kabupaten Pinrang dalam Undang- Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Sulawesi (Lembaran Negara Tahun 1959 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1822), dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Undang-Undang diundangkan. Pasal 10 ini mulai berlaku pada tanggal SK No 207980 A Agar -- 5 of 8 -- PR.ESIDEN REPUBLIK INDONESIA Agar setiap pengundangan penempatannya Indonesia. orang mengetahuinya, memerintahkan Undang-Undang ini dengan dalam Lembaran Negara Republik Disahkan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober 2024 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, ttd PRABOWO SUBIANTO Diundangkan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober 2024 MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA, PRASETYO HADI LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2024 NOMOR 330 Salinan sesuai dengan aslinya KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA REPUBLIK INDONESIA ang Perundang-undangan dan nistrasi Hukum, ttd SK No 208538 A la anna Djaman -- 6 of 8 -- PR.ESIDEN REPUBLTK INDONESIA PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 144 TAHUN 2024 TENTANG KABUPATEN PINRANG DI PROVINSI SULAWESI SELATAN I. UMUM Penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sejatinya adalah untuk mewujudkan tujuan negara. Salah satu tujuan negara tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yaitu untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut dan penyesuaian terhadap dinamika perubahan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai pemerintahan daerah, serta peraturan perundang-undangan terkait lainnya, diperlukan upaya untuk menegaskan kembali kedudukan Kabupaten Pinrang dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini ditegaskan dalam ketentuan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang menyatakan "Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan, yang berbentuk Republik." Kedudukan Kabupaten Pinrang sebagai sebuah daerah otonom selama ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Sulawesi. Desain pengaturan Kabupaten Pinrang berdasarkan Undang-Undang tersebut masih menggunakan Undang-Undang Dasar Sementara 1950 dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah sebagai acuan, yang pada dasarnya tidak relevan lagi dengan dinamika dan perubahan hukum di masyarakat. Berkaitan dengan itu, Undang-Undang ini dibentuk untuk menggantikan ketentuan yang mengatur mengenai Kabupaten Pinrang dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Sulawesi, yang memuat penyempurnaan dasar hukum, penyesuaian cakupan wilayah dan batas daerah, penegasan karakteristik, serta sinkronisasi ketentuan peraturan perundang-undangan. SK No 208539 A II.PASAL... -- 7 of 8 -- PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA II. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup jelas. Pasal 2 Cukup jelas. Pasal 3 Cukup jelas. Pasal 4 Cukup jelas. Pasal 5 Cukup jelas. Pasal 6 Cukup jelas. Pasal 7 Cukup jelas. Pasal 8 Cukup jelas. Pasal 9 Cukup jelas. Pasal 10 Cukup jelas. TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7O8L SK No 208540A -- 8 of 8 --
Official text
For compliance and dispute work, cite the original Indonesian text directly.
Undang-undang (UU) Nomor 144 Tahun 2024 tentang Kabupaten Pinrang di Provinsi Sulawesi Selatan
tentang OTONOMI DAERAH DAN PEMERINTAH DAERAH
Need help complying with UU 144/2024?
Emerhub is a licensed corporate-services provider in Indonesia. We handle PT PMA setup, OSS NIB application, sector-specific permits, LKPM filing, and the full compliance stack triggered by UU 144/2024. Get an exact quote for your specific situation.
Cite this page
Citation formats for legal briefs, academic papers, or journalism.