No. 142 of 2021
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 142/PMK.010/2021 Tahun 2021 tentang Pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan terhadap Impor Produk Pakaian dan Aksesori Pakaian
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 142/PMK.010/2021 Tahun 2021 tentang Pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan terhadap Impor Produk Pakaian dan Aksesori Pakaian
© 2026 KBLI.CO.ID. All rights reserved.
Plain-English summary of the regulation's substance and how it affects PT PMA operations.
This regulation establishes import duties as a safeguard measure against the importation of clothing products and accessories. It aims to protect the domestic industry from serious injury caused by a surge in imports, as determined by the Indonesian Trade Safeguard Committee.
The regulation affects importers of clothing products and accessories, particularly those involved in the textile and garment sectors. It applies to all countries, with specific exemptions for certain products from listed countries.
- According to Pasal 1, import duties are imposed on clothing products and accessories at specified rates for three years, starting from the first year at 63,000 Rupiah per piece for certain tariff codes. - Pasal 2 outlines that the duties apply to imports from all countries, except for specific headwear and neckwear products from countries listed in the annex. - Pasal 3 states that the safeguard duties are additional to the general import duties or preferential duties under international trade agreements. - Importers must submit a Certificate of Origin as per Pasal 4 to benefit from exemptions. - Pasal 5 specifies that the duties apply fully to imported clothing products once customs clearance is completed.
- "Bea Masuk Tindakan Pengamanan" (Safeguard Import Duty): A duty imposed to protect domestic industries from injury due to increased imports. - "Surat Keterangan Asal" (Certificate of Origin): A document certifying the country of origin of the imported goods, necessary for claiming exemptions.
The regulation is effective 21 days after its promulgation, which occurred on October 21, 2021. It does not explicitly replace any previous regulations but is part of ongoing efforts to regulate import duties.
The regulation references several laws and regulations, including the Customs Law (Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995) and Government Regulation No. 34 of 2011 concerning Antidumping and Safeguard Measures. It also interacts with international trade agreements that may affect the application of duties.
The articles and operational points most commonly referenced in practice.
Pasal 1 specifies the import duty rates for clothing products and accessories, with rates starting at 63,000 Rupiah per piece for the first year, decreasing in subsequent years.
Pasal 2 states that the safeguard duties apply to imports from all countries, with exceptions for specific products from listed countries.
Pasal 4 mandates that importers must provide a Certificate of Origin to benefit from exemptions from the safeguard duties.
Pasal 5 outlines that the duties apply fully to imported goods once customs clearance is completed, ensuring compliance with local customs regulations.
The duties are set for a three-year period, with specified rates for each year as detailed in Pasal 1.
Full text extracted from the official PDF (16K chars). For legal disputes, cite the official JDIH BPK source linked below.
MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Meni1nbang NOMOR 142 /PMK.010/2021 TENTANG PENGENAAN BEA MASUK TINDAKAN PENGAMANAN TERHADAP IMPOR PRODUK PAKAIAN DAN AKSESORI PAKAIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, a. bah.wa berdasarkan ketentuan Pasal 70 Peratura.r1 Pen1erintah Nomor 34 Tahun 2011 ten tang Tindakan Antidumping, Tindal(a11. Imbalan, da11 Tindakan Pengamai-ian Perdaga11gan, terhadap bara11g ilnpor selain dikenakan Bea Masuk dapat dikenakan Tindakan Pengarnanan berupa pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan; b. bahwa sesuai dengan laporan akhir hasil penyelidikan Komite Pengamana11. Perdagangan Indonesia terbukti adanya ancaman kerugian serius yang dialami industri dala111 negeri disebabkan oleh lonjakan ju1nlah in1por produk pakaian dan aksesori. pakaian; www.jdih.kemenkeu.go.id -- 1 of 14 -- Mengingat c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, serta untuk melaksanakan ketentuan Pasal 23D ayat (2) Undang- Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan terhadap Impor Produk Pakaian dan Aksesori Pakaian; 1. Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661); 3. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2011 ten tang Tindakan Antidumping, Tindakan Imbalan, dan Tindakan Pengamanan Perdagangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5225); 5. Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2020 tentang Kementerian Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 98); www.jdih.kemenkeu.go.id -- 2 of 14 -- Menetapkan 6. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118/PMK.01/2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 1031); MEMUTUSKAN: PERATURAN MENTER! KEUANGAN TENTANG PENGENMN BEA MASUK TINDAKAN PENGAMANAN TERHADAP IMPOR PRODUK PAKAIAN DAN AKSESORI PAKAIAN. Pasal 1 Terhadap barang impor berupa produk pakaian dan aksesori pakaian dikenakan Bea Masuk Tindakan Pengamanan dengan ketentuan sebagai berikut: Besaran Tarif Bea Masuk Tindakan No Pos Tarif Pengamanan (Rupiah/ Piece) Tahun I Tahun II Tahun III 1. 6101.20.00 63.000 59.850 56.858 2. 6101.30.00 63.000 59.850 56.858 3. 6101.90.00 63.000 59.850 56.858 4. 6102.20.00 63.000 59.850 56.858 5. 6102.30.00 63.000 59.850 56.858 6. 6102.90.00 63.000 59.850 56.858 7. 6103.10.00 59.400 56.430 53.609 8. 6103.22.00 59.400 56.430 53.609 9. 6103.23.00 59.400 56.430 53.609 10. 6103.29.00 59.400 56.430 53.609 11. 6103.32.00 63.000 59.850 56.858 12. 6103.33.00 63.000 59.850 56.858 13. 6103.39.90 63.000 59.850 56.858 14. 6103.42.00 58.500 55.575 52.796 15. 6103.43.00 58.500 55.575 52.796 16. 6103.49.00 58.500 55.575 52.796 www.jdih.kemenkeu.go.id -- 3 of 14 -- Besaran Tartf Bea Masuk Tindakan No PosTarif Pengamanan (Rupiah/ Piece) Tahun I Tahun II Tahun III 17. 6104.13.00 59.400 56.430 53.609 18. 6104.19.20 59.400 56.430 53.609 19. 6104.19.90 59.400 56.430 53.609 20. 6104.22.00 59.400 56.430 53.609 21. 6104.23.00 59.400 56.430 53.609 22. 6104.29.00 59.400 56.430 53.609 23. 6104.32.00 63.000 59.850 56.858 24. 6104.33.00 63.000 59.850 56.858 25. 6104.39.00 63.000 59.850 56.858 26. 6104.43.00 59.400 56.430 53.609 27. 6104.44.00 59.400 .56.430 53.609 28. 6104.49.00 59.400 56.430 53.609 29. 6104.52.00 58.500 55.575 52.796 30. 6104.53.00 58.500 55.575 52.796 31. 6104.59.00 58.500 55.575 52.796 32. 6104.62.00 58.500 55.575 52.796 33. 6104.63.00 58.500 55.575 52.796 34. 6104.69.00 58.500 55.575 52.796 35. 6105.10.00 36.360 34.542 32.815 36. 6105.20.10 36.360 34.542 32.815 37. 6105.20.20 36.360 34.542 32.815 38. 6105.90.00 36.360 34.542 32.815 39. 6106.10.00 36.360 34.542 32.815 40. 6106.20.00 36.360 34.542 32.815 41. 6106.90.00 36.360 34.542 32.815 42. 6109.10.10 27.900 26.505 25.180 43. 6109.10.20 27.900 26.505 25.180 44. 6109.90.20 27.900 26.505 25.180 45. 6109.90.30 27.900 26.505 25.180 46. 6110.20.00 63.000 59.850 56.858 47. 6110.30.00 63.000 59.850 56.858 48. 6110.90.00 63.000 59.850 56.858 49. 6111.20.00 19.260 18.297 17.382 50. 6111.30.00 19.260 18.297 17.382 www.jdih.kemenkeu.go.id -- 4 of 14 -- Besa.ran Tarif Bea Masuk Tindakan No Pos Tarif Pengarnanan (Rupiah/ Piece) Tahun I Tahun II Tahun III 51. 6111.90.90 19.260 18.297 17.382 52. 6117.10.10 19.800 18.810 17.870 53. 6117.10.90 19.800 18.810 17.870 54. 6201.12.00 63.000 59.850 56.858 55. 6201.13.00 63.000 59.850 56.858 56. 6201.19.20 63.000 59.850 56.858 57. 6201.19.90 63.000 59.850 56.858 58. 6201.92.00 63.000 59.850 56.858 59. 6201.93.00 63.000 59.850 56.858 60. 6201.99.20 63.000 59.850 56.858 61. 6201.99.90 63.000 59.850 56.858 62. 6202.12.00 63.000 59.850 56.858 63. 6202.13.00 63.000 59.850 56.858 64. 6202.19.20 63.000 59.850 56.858 65. 6202.19.90 63.000 59.850 56.858 66. 6202.92.00 63.000 59.850 56.858 67. 6202.93.00 63.000 59.850 56.858 68. 6202.99.20 63.000 59.850 56.858 69. 6202.99.90 63.000 59.850 56.858 70. 6203.12.00 59.400 56.430 53.609 71. 6203.19.11 59.400 56.430 53.609 72. 6203.19.19 59.400 56.430 53.609 73. 6203.19.90 59.400 56.430 53.609 74. 6203.22.10 59.400 56.430 53.609 75. 6203.22.90 59.400 56.430 53.609 76. 6203.23.00 59.400 56.430 53.609 77. 6203.29.90 59.400 56.430 53.609 78. 6203.32.10 63.000 59.850 56.858 79. 6203.32.90 63.000 59.850 56.858 80. 6203.33.00 63.000 59.850 56.858 81. 6203.39.00 63.000 59.850 56.858 82. 6203.42.10 58.500 55.575 52.796 83. 6203.42.90 58.500 55.575 52.796 84. 6203.43.00 58.500 55.575 52.796 www.jdih.kemenkeu.go.id -- 5 of 14 -- Besaran Tarif Bea Masuk Tindakan No Pos Tarif Pengamanan (Rupiah/Piece) Tahun I Tahun II Tahun III 85. 6203.49.90 58.500 55.575 52.796 86. 6204.12.10 59.400 56.430 53.609 87. 6204.12.90 59.400 56.430 53.609 88. 6204.13.00 59.400 56.430 53.609 89. 6204.19.90 59.400 56.430 53.609 90. 6204.22.10 59.400 56.430 53.609 91. 6204.22.90 59.400 56.430 53.609 92. 6204.23.00 59.400 56.430 53.609 93. 6204.29.90 59.400 56.430 53.609 94. 6204.32.10 63.000 59.850 56.858 95. 6204.32.90 63.000 59.850 56.858 96. 6204.33.00 63.000 59.850 56.8E)8 97. 6204.39.90 63.000 59.850 56.858 98. 6204.42.10 59.400 56.430 53.609 99. 6204.42.90 59.400 56.430 53.609 100. 6204.43.00 59.400 56.430 53.609 101. 6204.44.00 59.400 56.430 53.609 102. 6204.49.10 59.400 56.430 53.609 103. 6204.49.90 59.400 56.430 53.609 104. 6204.52.10 58.500 55.575 52.796 105. 6204.52.90 58.500 55.575 52.796 106. 6204.53.00 58.500 55.575 52.796 107. 6204.59.10 58.500 55.575 52.796 108. 6204.59.90 58.500 55.575 52.796 109. 6204.62.00 58.500 55.575 52.796 110. 6204.63.00 58.500 55.575 52.796 111. 6204.69.00 58.500 55.575 52.796 112. 6205.20.10 36.360 34.542 32.815 113. 6205.20.90 36.360 34.542 32.815 114. 6205.30.90 36.360 34.542 32.815 115. 6205.90.91 36.360 34.542 32.815 116. 6205.90.99 36.360 34.542 32.815 117. 6206.30.10 36.360 34.542 32.815 118. 6206.30.90 36.360 34.542 32.815 www.jdih.kemenkeu.go.id -- 6 of 14 -- Besa.ran Ta.rif Bea Masuk Tindakan No PosTarif Pengamanan (Rupiah/ Piece) Tahun I Tahun II Tahun III 119. 6206.40.00 36.360 "34.542 32.815 120. 6206.90.00 36.360 34.542 32.815 121. 6209.20.30 19.260 18.297 17.382 122. 6209.20.40 19.260 18.297 17.382 123. 6209.20.90 19.260 18.297 17.382 124. 6209.30.10 19.260 18.297 17.382 125. 6209.30.30 19.260 18.297 17.382 126. 6209.30.40 19.260 18.297 17.382 127. 6209.30.90 19.260 18.297 17.382 128. 6209.90.00 19.260 18.297 17.382 129. 6214.30.10 19.800 18.810 17.870 130. 6214.30.90 19.800 18.810 17.870 131. 6214.40.10 19.800 18.810 17.870 132. 6214.40.90 19.800 "18.810 17.870 133. 6214.90.10 19.800 18.810 17.870 134. 6214.90.90 19.800 18.810 17.870 Pasal 2 Bea Masuk Tindakan Pengamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dikenakan terhadap importasi dari semua nega.ra, kecuali terhadap produk pakaian dan aksesori pakaian segmen headwear dan neckwear dengan nomor pos tarif: a. 6117.10.10; b. 6117.10.90; C. 6214.30.10; d. 6214.30.90; e. 6214.40.10; f. 6214.40.90; g. 6214.90.10; dan h. 6214.90.90, yang diproduksi dari negara yang tercantum dalam Lan1piran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. t www.jdih.kemenkeu.go.id -- 7 of 14 -- Pasal 3 (1) Pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 merupakan: a. tambahan bea masuk umum (Most Favoured Nation); atau b. tambahan bea masuk preferensi berdasarkan skema perjanjian perdagangan barang internasional yang berlaku, dalam hal ilnpor dilakukan dari negara yang termasuk dalam skema perjanjian perdagangan barang internasional dimaksud dan memenuhi ketentuan dalam skema perjanjian perdagangan barang intemasional. (2) Dalain hal ketentuan dalam skema perjanjian perdagangan barang internasional tidak dipenuhi atau sedang dilakukan permintaan Retroactive Check, pengenaan Bea Masuk Tindakan Penganianan atas importasi dari negara yang termasuk dalam skema perjanjian perdagangan barang internasional sebagaimana dimaksud pada_ ayat merupakan tambahan bea masuk Favoured Nation). Pasal 4 (1) huruf b umum (Most (1) Terhadap impor produk pakaian dan aksesori pakaian yang diproduksi dari negara yang dikecualikan dari pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, importir wajib menyerahkan dokumen Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin). (2) Dalam hal Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menggunakan Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) preferensi, penelitian Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan www.jdih.kemenkeu.go.id -- 8 of 14 -- yang mengatur tentang Penelitian Surat Keterangan Asal dalam rangka Pengenaan Tarif Bea Masuk atas Barang Impor Berdasarkan. Perjanjian atau Kesepakatan Intemasional. (3) Dalam hal Surat Keterangan Asal (Certfficate of Origin) sebagaimana dirnaksud pada ayat (1) menggunakan Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) non preferensi, penelitian Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) dilakukan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh n1enteri yang menyelenggarakan urusan di bidang perdagangan. Pasal 5 (1) Besaran Bea Masuk Tindakan Pengamanan sebagaimana dirnaksud dalam Pasal l berlaku sepenuhnya terhadap barang impor pakaian da11 aksesori pakaian yang: a. dokumen pemberitahuan pabean impornya telah mendapat nomor pendaftaran dari Kantor Pa.bean tempat penyelesaian kewajiban pabean, dalam hal penyelesaian kewajiban pabean dilakukan dengan pengajuan pemberitahuan pabean; atau b. tarif dan nilai pabeannya ditetapkan oleh Kantor Pabean ternpat penyelesaian kewajiban pabean, dalam hal penyelesaian kewajiban pabean dilakukan tanpa pengajuan pemberitahuan pabean. (2) Terhadap pemasukan dan/ atau pengeluaran. barang ke dan dari Kawasan Perdagangan. Bebas dan Pelabuhan Bebas, Tempat Penimbunan Berikat, atau Kawasan Ekonomi Khusus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai pemasukan dan/ atau pengeluaran ha.rang ke dan dari kawasan. perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, Tempat Penimbunan Be1ikat, atau Kawasan Ekonomi Khusus. i;www.jdih.kemenkeu.go.id -- 9 of 14 -- Pasal 6 Peraturan Menteri ini rnulai berlaku setelah 21 (dua puluh satu) hari terhitung sejak tanggal diundangkan. www.jdih.kemenkeu.go.id -- 10 of 14 -- Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri lnl dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Diundangkan di Jakarta pada tanggal 22 Oktober 2021 Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 21 Oktober 2021 MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, ttd. SRI MULYANI INDRAWATI DIREKTUR JENDERAL PERATURANPERUNDANG-UNDANGAN KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, ttd. BENNY RIYANTO BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2021 NOMOR 1186 Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Biro Umum u. Kepala 9 ;y.4..,~ , • Kementerian www.jdih.kemenkeu.go.id -- 11 of 14 -- NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 142 /PMK.010/2021 TENTANG PENGENAAN BEA MASUK TINDAKAN PENGAMANAN TERHADAP IMPOR PRODUK PAKAIAN DAN AKSESORI PAKAIAN DAFTAR NEGARA YANG DIKECUALIKAN DARI PENGENAAN BEA MASUK TINDAKAN PENGAMANAN TERHADAP IMPOR PRODUK PAKAIAN DAN AKSESORI PAKAIAN UNTUKSEGMENHEADWEAR DAN NECKWEAR NAMANEGARA NO. NAMANEGARA Afghanistan 24. Colombia Albania 25. Congo Angola 26. Costa Rica Antigua dan Barbuda 27. Cote d'Ivoire Argentina 28. Cuba Armenia 29. Democratic Republic of the Congo Bahrain, Kingdom of 30. Djibouti Bangladesh 31. Dominica Barbados 32. Dominican Republic Belize 33. Ecuador Benin 34. Egypt Bolivia, Plurinational State of 35. El Salvador Botswana 36. Eswatini Brazil 37. Fiji Brunei Darussalam 38. Gabon Burkina Faso 39. Gambia Burundi 40. Georgia Cabo Verde 41. Ghana Cambodia 42. Grenada Cameroon 43. Guatemala Central African Republic 44. Guinea Chad 45. Guinea-Bissau Chile 46. Guyana www.jdih.kemenkeu.go.id -- 12 of 14 -- NO. NAMANEGARA NO. NAMANEGARA 47. Haiti 82. Pakistan 48. Honduras 83. Panama 49. India 84. Papua New Guinea 50. Israel 85. Paraguay 51. Jamaica 86. Peru 52. Jordan 87. Philippines 53. Kazakstan 88. Qatar 54. Kenya 89. Russian Federation 55. Kuwait, the State of 90. Rwanda 56. Kyrgyz Republic 91. Saint Kitts and Nevis 57. Lao People's Democratic 92. Saint Lucia Republic 58. Lesotho 93. Saint Vincent & the Grenadines 59. Liberia 94. Samoa 60. Liechtenstein 95. Saudi Arabia, Kingdom of 61. Macao, China 96. Senegal 62. Madagascar 97. Seychelles 63. Malawi 98. Sierra Leone 64. Malaysia 99. Singapore 65. Maldives 100. Solomon Islands 66. Mali 101. South Africa 67. Mauritania 102. Sri Lanka 68. Mauritius 103. Suriname 69. Mexico 104. Tajikistan 70. Moldova, Republic of 105. Tanzania 71. Mongolia 106. Thailand 72. Montenegro 107. The former Yugoslav Republic of Macedonia (FYROM) 73. Morocco 108. Togo 74. Mozambique 109. Tonga 75. Myanmar 110. Trinidad and Tobago 76. Namibia 111. Tunisia 77. Nepal 112. Turkey 78. Nicaragua 113. Uganda 79. Niger 114. Ukraine 80. Nigeria 115. United Arab Emirates 81. Oman 116. Uruguay www.jdih.kemenkeu.go.id -- 13 of 14 -- NO. 117. 118. 119. NAMANEGARA NO. NAMANEGARA Vanuatu 120. Yemen Venezuela, Bolivarian Republic 121. Zambia of Vietnam 122. Zimbabwe MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, ttd. SRI MULYANI INDRAWATI Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Biro Umum · asi Kementerian g:ft)3 1 001 www.jdih.kemenkeu.go.id -- 14 of 14 --
For compliance and dispute work, cite the original Indonesian text directly.
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 142/PMK.010/2021 Tahun 2021 tentang Pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan terhadap Impor Produk Pakaian dan Aksesori Pakaian
tentang BEA CUKAI, EKSPOR-IMPOR, KEPABEANAN
Emerhub is a licensed corporate-services provider in Indonesia. We handle PT PMA setup, OSS NIB application, sector-specific permits, LKPM filing, and the full compliance stack triggered by Other 142/PMK.010/2021/2021. Get an exact quote for your specific situation.
Citation formats for legal briefs, academic papers, or journalism.
Pasal 3 indicates that the safeguard duties are additional to general import duties or preferential duties under applicable international trade agreements.